Sports




Yang Sempurna itu Fana

 

Sutau hari seorang murid bertanya kepada gurunya, bagaimana cara kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup?
 
Sang guru tersenyum dan menjawab, “berjalanlah lurus ditaman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah menurut mu. Namun, jangan perna kembali kebelakang.
 
Sang murid mengangguuk dan mulai berjalan dan sampai di ujung taman, akan tetapi ia kembali kepada gurunya dengan tangan hampa.
 
Sang guru kemudian bertanya ke padanya, “ mengapa kamu tidak membawa bunga satupun?”
 
Sebenarnya aku tadi sudah menemukannya, akan tetapi aku tidak memetiknya karena aku pikir didepan ada yang lebih indah. Namun, ketika aku baru sampai di ujung aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang paling terindah dan aku sudah tidak boleh lagi kembali kebelakang.”
 
Seraya tersenyum, sang guru berkata, “ya, begitulah hidup. Kita terlalu mencari kesempurnaan . padahal semakin kita mencari , maka akan semakin pula kita tidak mendapatkannya, karena, pada sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidaklah perna ada, yang ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan dan mensyukuri apa yang ada di hadpaan kita sekarang.
 
Source: Millenial Power (Deddy Corbuzier & Eric Ten Have)
 
By: Richardo daviD
Yang Sempurna itu Fana Yang Sempurna itu Fana Reviewed by Richardo daviD on 18:59 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.