Sports




BAPAK TUA PENGAYUH BECAK

 


Setelah seharian duduk di depan layar komputer terasa membosankan juga, memandang layar putih dari cahaya screen menuju hitam lingkaran mata membuat jenuh dan sekiranya ingin mengalihkan pandangan sebentar, keluar kamar dan mengintip dari gorden jendela rumah melihat keluar apakah masih sama seperti biasa, ternyata tak ada yang berbeda.
 
Buka pintu dan seketika itu juga aura malam yang sejuk dan segar aku hirup sepuasnya, mumpung masih gratis. Kemudian terlihat didepan rumah seorang bapak yang lagi duduk sembari mendengarkan radio dan hisapan rokok kretek gudang geram Merah yang menghasilkan asap seperti asap kerete api. sambil memutar lagu klasik tahun 90 an memandang kelangit sepertinya bapak itu benar-benar larut dalam khayalan mudanya.
 
Lansung saja saya hampiri, (lagu klasiknya mampu menarikku untuk duduk dan bercengkrama disana),
Lagi santai Pak, tegurku
 
Iya Mas, sambil dengarin Musik, dengan ekspresi yang tersenyum, dan hisapan kretek yang tinggal setengah sepertinya makin sedap.
 
Nggak keluar Mas, lagi malam minggu loh sekarang. Ucap Bapak
Tak lansung saya jawab pertanyaan itu, oooh nggak Pak. Palingan nanti sahutku.
Bapak itu seperti biasanya memang terlihat sering duduk di bangku depan rumahnya sambil menikmati pandangan orang yang berlalu-lalang depan rumah, kebetulan rumahnya di tepi jalan dan berhadapan dengan rumah tempat tinggalku, jadi seringkali setiap aku mau keluar bapak sudah disana ditemani musik radio dan hisapan kretek sesekali juga terlihat santai bersama istrinya. Entah apa yang mereka ceritakan dan yang pasti mereka berdua baik padaku. Dan banyak juga membantu ketika aku baru pindah kesini.
 
Percakapan itu dimulai dengan obrolan-obrolan kecil layak pada umumnya, kemudian mulai merangkak ke budaya. Dan berbagi informasi tentang daerah masing-masing. Dan berlanjut pada adat pernikahan di sini, nggak tau kenapa bisa sampai kesana. 
 
Bapak itu dengan antusias sekali menceritakan baru beberapa waktu yang lalu anak perempuannya menikah dan menghabsikan dana yang lumayan besar,(jumlah detail nya tidak saya sebutkan), tapi itu masih termasuk kecil loh mas katanya, dan untung masih balik modal. Hehe,
sempat ketawa juga saya menanggapinya, haha, bisa ya pak?
 
itu pernikahan apa bikin bisnis online Pak (sahutku dalam hati). Ternyata uang itu didapatkan dari tamu undangan yang memberikan kado.
Tapi ada juga yang nggak balik modal lo mas, coba kalau uang itu di pinjam juga kan jadi repot harus ngembaliin. 
 
Iya juga sih pak, tapi kan tujuannya untuk pernikahan jadi kalau rugi anggap aja modal nikah, kalau balik modal/untung anggap aja rezki jawabku. (Nggak tau deh apa yang kami ceritakan.hahaha)
Dingin semakin larut hisapan kretek bapak semakin sedap sepertinya, musik lawas dari Alm. A Rafiq semakin berdendang, kemudian percakapan berlanjut, pandangan mata saya tertuju pada satu benda yang berada dipojok depan rumah sebelah kanan bapak.

Itu becak punya bapak kataku?
Iya mas, itu dulu kendaraan saya cari nafkah!!
Nggak dipakai lagi pak sahutku,
Udah mas, nggak kuat, udah umur juga, becaknya di istirahat kan, lagian kalau ada yang mau beli aku mau jual, tapi kalau di jual laku berapa ya,(bapak itu seperti bertanya sendiri) palingan Cuma 300 (dan kemudian pun di jawab sendiri), Karena memang aku tak mengetahui harga pasarannya
.
Mendingan dijadiin kenangan aja kali pak dari pada di jual harga segitu.sayang juga kan!!
Iya juga sih, saya mikirnya juga seperti itu.balasnya
Kemudian lanjut ku tanya, teman-teman bapak dulu masih ada yang ngebecak Pak?
Huuh, nggak ada mas, udah banyak yang meninggal, jawabnya dengan suara yang sedikit dalam.
Sepertinya obrolan saya membuat bapak itu larut lagi dalam kisah masa mudanya.
Dulu waktu saya masih muda, saya bisa bawa penumpang dari Purwokerto ke Purbalingga dengan dua penumpang di depan loh mas.
 
Hhaaa? Benaran Pak jawabku, itu kan lumayan jauh sekali, jaraknya sekitar 22 KM, dan kalaupun menggunakan sepeda motor kurang lebih 50 menit, “sontak saja saya kaget”.
Iya benaran, dengan ekspresi sedikit tertawa, dulu saya masih kuat loh mas, jiwa muda nya lagi panas-panasnya, dalam sehari saya bisa mendapatkan uang paling sedikit 400 , itu kalau lagi sepi, kalau ramai bisa 600 (lagian Dulu kan belum ada banyak kendaraan seperti sekarang)
Banyak juga ya Pak, sahutku lagi sedikit terpelanga
 
Dulu kan saya orangnya ganteng juga, rambutnya nggak kayak sekarang, (sekarang udah botak) bayangin penampilan Rhoma Irama masa dulu,dengan penampilan yang keren jadi banyak cewek-cewek yang mau naik becak saya.(dengan percaya diri bapak itu bercerita)
Pentesan pak, kataku, dulu pacarnya ada berapa Pak? Sahutku lagi sambil tertawa
Hhhhha, jangan salah mas, dulu pacarku banyak lo, dalam semalam aku bisa ngapel 2 cewek bergantian, dulu kan lebih mudah untuk menyembunyikan selingkuhan, nggak kayak sekarang, bisa Video call an lagi. Jadi susah buat bohong, palingan takutnya kalau lagi jalan sama yang satu terus ketemu sama yang satu lagi di bioskop, itu bisa jadi perang dunia ketiga loh mas.( sambil bapak itu tertawa)
 
Haha. Keren juga ni bapak (kataku dalam hati), terus dulu pacarannya naik becak ya pak?
Pake sepeda mas, tuturnya,
Sedikit aku ngebayangin situasinya seperti apa, sepertinya romantis juga ya, terus kalau pacaran dulu biasanya kemana pak? Lanjut ku bertanya
Dulu palingan nonton ke bioskop atau lihat konser, asik lah mas dulu katanya.
Kalau zaman dulu mau ketemuan lansung susul kerumah ceweknya mas, nggak kayak sekarang bisa kabarin lewat Hp dan janjian di mana saja( sekarang kan udah canggih).
Oowh iya ya pak, sekarang teknologi udah canggih. Tapi jadi susah bohong lo Pak, kalau bohong lagi di mana bisa lansung VC. Ketahuan deh bohongnya.hahahaha,
Waktu semakin larut akhirnya saya izin masuk kerumah, saya masuk dulu ya Pak,
Oowh iya mas saya juga mau masuk, sepertinya Film Kian Santang udah mulai ni balasnya sambil menutup perckapan.
sekian...

Manusia hidup dengan cerita dan sejarah-sejarah masa lalunya, dan setelah tiada dia akan kembali di hidupkan bersama karya dan ilmu yang ditinggalkan.
 
By: Richardo daviD
BAPAK TUA PENGAYUH BECAK BAPAK TUA PENGAYUH BECAK Reviewed by Richardo daviD on 19:27 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.