David Rikardo Putra
(Universitas Muhammadiyah Purwokerto)
Davidrikardoputra01081994@gmail.com
Abstrak
Studi
kasus adalah penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenan suatu
fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas, subjek dalam penelitian
studi kasus ini boleh saja individu, lembaga atau kelompok, yang mempunyai
keunikan atau kejadian yang jarang ditemukan di kalangan masyarakat, tujuan
dari studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang
objek penelitian dan menjawab pertanyaan dan rasa ingin tahu seseorang, dan di
samping itu studi kasus juga mampu memberikan pelajaran bagi orang di sekitar
untuk dapat di ambil pelajaran agar tidak kemungkinan terjadinya kesalahan yang
sama.
Keyword:
studi kasus, penelitian, pendidikan,
PENDAHULUAN
Manusia
adalah makhluk Tuhan yang paling unggul di bandingkan dengan makhluk hidup
lainnya karena manusia di berikan akal, atau semacam sofgai tware di kepala,
yang dapat di gunakan untuk berfikir, mengolah ingatan dan mampu menciptakan
penemuan yang terus berkembang sampai pada zaman serba berkecanggihan seperti saat ini, dari proses temuan tersebut
banyak menghasilkan ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk kemajuan, dan ilmu itu
sendiri lahir karena manusia di berkahi Tuhan suatu sifat ingin
tahu. keingintahuan seseorang tehadap permasalahan di sekelilingnya dapat
menjurus kepada keingintahuan ilmiah. Misalnya dari pertanyaan kenapa seorang
anak yang biasanya berprestasi di dalam kelas kemudian tiba-tiba berubah secara
dratis dan menurun dari segi pembelajaran,
Sebagai guru kita mungkin bisa menerka sendiri dengan menggunakan
penglihatan tapi itu tidak lah cukup atau mampu menjelaskan suatu masalah
secara detail. Maka kita perlu untuk melakukan penelitian untuk mendapatkan jawaban yang
akurat secara ilmiah. Menurut Suwartono
2014 (dasar-dasar metodologi penelitian)
mengatakan bahwa penelitian tidak cukup dengan mengandalkan akal sehat sesuatu yang
di yaini saja. Karena penelitian membutuhkan informasi data atau bukti yang
cukup.
Sebagai
seorang guru kita berhadapan dengan
berbagai macam karakter/sifat peserta didik, ada yang memiliki daya kepintaran
yang amat bagus, sedang, dan kurang.sering kali kita merasa kewalahan untuk
mengatasi berbagai macam persoalan yang belum kita kenali Namun sebagai seorang
guru kita di tuntut untuk mendidik semua tanpa harus membeda-bedakan satu sama
lain, bukan bearti harus mengistimewakan satu atau dua orang yang kita anggap
bagus dalam belajar. Karena pada dasarnya mereka di sekolahkan adalah untuk
dididik mengetahui apa yang sebelumnya tidak di ketahuinya untuk menjadi tahu, seandainya
kita bisa menganalisis kesemua permasalahan tersebut baik siswa yang pintar
maupun siswa yang kurang maka akan mampu di jadikan pelajaran untuk sesaama
yang lainnya.
Salah satu jenis penelitian yang
mampu untuk membahas atau mengenali karakter individu atau kelompok secara
spesifik adalah studi kasus. Nazir (2015) mengatakana bahwa studi kasus adalah
penelitian tentang status subjek
penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari
keseluruhan personalitas. Sehingga melalui penelitian studi kasus ini mampu
untuk mengenali individu atau kelompok secara lebih dalam pendidikan dan
menemukan akar dari permasalahan maupun kunci dari kesuksesan. Sehinga
bermanfaat oleh guru dalam proses pembelajaran.
PEMBAHASAN
PENGERTIAN
PENELITIAN STUDI KASUS
1. Penelitian
Penelitian adalah terjemahan dari bahasa
inggris research, dan research itu
sendiri berasal dari kata re yang bearti “kembali” dan search yang
bearti mencari, dengan
demikian Research itu memiliki arti
“mencari kembali”.
Dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita
sadari atau tidak kita perna melakukan sebuah penelitian-penelitian kecil
misalnya di saat kita kehilangan uang
atau benda lainnya, biasanya kita sering kali mengingat proses/kejadian
sebelumnya yang rasanya kita yakini sebagai tempat kehilangan, dan mengecek
kembali ketempat yang sebelumnya kita lalui. Sebenarnya kita sudah melakukan
sebuah penelitian. Menurut ilmuan Hillway (1956) penelitian tidak lain dari
suatu metode studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati
dan sempurna terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang tepat
terhadap masalah tersebut. Kemudian Whitney (1960) menyatakan bahwa disamping
untuk memperoleh kebenaran, kerja menyelidik harus pula dilakukan secara
sungguh-sungguh dalam waktu yang lama, sedangakan menurut Suwartono (2014) penelitian adalah cara memperoleh
pengetahuan dengan data empiris yang memadai. jadi penelitian merupakan suatu
metode untuk menemukan sebuah jawaban yang dilakukan dengan terencana dan disertai dengan bukti-bukti yang mampu untuk dipercaya secara akademis.
Bagi orang yang terbiasa untuk meneliti
segala sesuatu terlebih dahulu sebelum mempercayainya itu mampu memberikan
dampak yang baik terhadap personalnya. Menurut Suwartono (2014) penelitian bisa membentuk individu yang
cermat , tidak gegabah dalam setiap langkah hidupnya. Menfaat lainnya berkaitan
dengan kemandirian, melalui penelitian kita akan mampu untuk menjawab semua
keraguan atau ketidak yakinan kita terhadap sesuatu dan maampu untuk memuaskan
rasa ingin tahu kita, sehingga kita tidak begitu saja mudah peracaya dengan
ucapan seseorang sebelum kita menemukan sendiri hasilnya dengan jelas.
2.
Studi Kasus
Studi kasus berasal dari terjemahan
dalam bahasa inggris “a case study , kata case yang menurut kamus Oxford
Advanced learner’s Dictionary of current
English (1989;173, diartikan sebagai 1). “instance or example of the occurance
of sth., 2) “actual state of affairs;situation”, dan 3) “circumtances or
special conditions relating to a person
or thing”. Secara berurutan artinya ialah 1).contoh kejadian sesuatu,
2).kondisi actual dari keadaan atau situasi, dan 3). Lingkungan atau kondisi tertentu tentang orang atau sesuatu.
Dari penjabaran definisi tersebut dapat
ditarik kesimpulan bahwa studi kasus ialah suatu serangkaian kegiatan ilmiah
yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam tentang suatu permasalahan
bisa secara individu ataupun kelompok dengan tujuan untuk mendapatkan informasi
lebih terhadap objek yang ingin kita ketahui, dan memberikan gambaran yang
mendetail tantang latar belakang, sifat-sifat serta karakter-karakter yang khas
dari kasus, Menurut (Maxfield,1930) subjek penelitian dapat saja individu,
kelompok, lembaga, maupun masyarakat.
Meskipun hal yang diteliti dalam sebuah penelitian bisa individu, lembaga
atau kelompok, menurut Suwartono (2014) studi kasus individual memiliki daya
ungkap lebih dibandingkan dengan yang melibatkan kelompok. Hal ini disebabkan
karena setiap individu memiliki keunikannya sendiri.
Kemudian apa yang dimaksud dengan kasus
(case)? Yang di maksud dengan kasus
ialah kejadian atau peristiwa ,bisa sangat sederhana bisa juga kompleks,
sebenarnya kata kasus ini sering kita jumpai dalam kehidupan keseharian baik
itu di saat kita berinteraksi dengan lingkngan maupun di saat mendengar berita
dari Televisi, dan peristiwanya itu sendiri terbilang unik , dan mampu
menciptankan tanda Tanya atau rasa keingintahuan yang besar terhadapnya sehinga
hal tersebut bisa d teliti menggunakan study kasus. Menurut suwartono (2014)
contoh study kasus di antaranya penelitian terhadap seorang anak ber IQ di atas
rata-rata tetapi mengalami masalah belajar serius. Dalam kasus ini bisa kita
dapatkan informasi yang akurat untuk menjawab
pertanyaan tersebut. Dan banyak contoh lain lagi yang bisa kita angkat
untuk dijadikan penelitian studi kasus contoh lain seperti pengusaha sukses
Jack Ma, pemilik dari bisnis online terbesar yaitu Alibaba. Bagaimana dia bisa
menjadi orang yang berpengaruh dalam penjualan online di dunia sementara dia
hanya seorang guru tanpa memiliki background Bisnis. Banyak lagi contoh lain
yang mampu kita gali menggunakan penelitian studi kasus, dalam dunia pendidikan
Destranita (2017) dalam artikelnya yang berjudul “ sudents rules and practice:
how to speak English fluently” studi kasus mampu untuk mengenali bagaimana cara
siswa nya belajar sehingga lancar
berbahasa inggris dan bagaimana cara mereka untuk mempertahankan. Dari proses
penelitian studi kasus tersebut Destranita mampu mendapatkan jawaban dari objek
penelitiannya sehingga bisa di terapkan kepada siswa lain yang di anggap kurang dalam berbicara
bahasa inggris.
TUJUAN PENELITIAN STUDI KASUS
Seperti halnya pada tujuan penelitian
lain pada umumnya, pada dasarnya peneliti yang menggunakan metode penelitian
studi kasus bertujuan untuk memahami obyek yang ditelitinya. Meskipun demikian,
berbeda dengan penelitian yang lain, penelitian studi kasus bertujuan secara
khusus menjelaskan dan memahami obyek yang ditelitinya secara khusus sebagai
suatu ‘kasus’. Berkaitan dengan hal tersebut, Yin (2003a, 2009) menyatakan bahwa
tujuan penggunaan penelitian studi kasus adalah tidak sekedar untuk menjelaskan
seperti apa obyek yang diteliti, tetapi untuk menjelaskan bagaimana keberadaan
dan mengapa kasus tersebut dapat terjadi.
Secara khusus, berkaitan dengan
karakteristik kasus sebagai obyek penelitian, VanWynsberghe dan Khan (2007)
menjelaskan bahwa tujuan penelitian studi kasus adalah untuk memberikan kepada
pembaca laporannya tentang ‘rasanya berada dan terlibat di dalam suatu
kejadian’, dengan menyediakan secara sangat terperinci analisis kontekstual
tentang kejadian tersebut.
Menurut Yin (1994: 21) tidak cukup
pertanyaan studi kasus hanya menanyakan “apa”, (what), tetapi juga “bagaimana”
(how) dan “mengapa” (why). Pertanyaan
“apa” dimaksudkan untuk memeperoleh pengetahuan deskriptif (descriptive knowledge), “bagaimana” (how)
untuk memperoleh pengetahuan eksplanatif (eksplanative knowledge) dan “mengapa”
(why) untuk memperoleh pengetahuan eksploratif (eksplorative knowledge). Yin
lebih menekankan penggunaan pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa” karena
pertanyaan tersebut dipandang sangat tepat untuk menggali pertanyaan yang lebih
luas dan mendalam tentang permasalahan yang ingin di ketahui.
Berikut
adalah contoh pertanyaan penelitian untuk beberapa jenis dan strategi penelitian
menurut Yin, (1994:6):
Jenis
penelitian
|
Bentuk
pertanyaan penelitian
|
Memerlukan
kontrol terhadap peristiwa yang diteliti?
|
Focus
pada peristiwa kontemporer?
|
Eksperimen
|
Bagaimana, mengapa
|
Iya
|
Iya
|
Survei
|
Siapa, apa, di mana, berapa banyak
|
Tidak
|
Iya
|
Analisis arsif
|
Siapa, apa, di mana, berapa banyak
|
Tidak
|
Iya/tidak
|
Sejarah
|
Bagaimana, mengapa
|
Tidak
|
Tidak
|
Studi
kasus
|
Bagaimana,
mengapa
|
Tidak
|
iya
|
BAGAIMANA
PENELITIAN STUDI KASUS DILAKUKAN
Seperti halnya jenis penelitian
kualitatif lainnya, menurut
Prof.Dr.Mujdia Rahardjo dalam artikelnya “ studi kasus dalam penelitian
kualitatif : konsep dan prosedurnya menyatakan bahwa: studi kasus juga
dilakukan dalam latar alamiah, holistik dan mendalam, alamiah artinya kegiatan
pemerolehan data dilakukan dalam konteks kehidupan nyata (real life events).
Tidak perlu ada perlakuan-perlakuan tertentu baik terhadap subjek penelitian
maupun konteks dimana penelitian dilakukan. Biarkan semuanya berlansung secara
alamiah. Agar memperoleh informasi yang komprehensif, peneliti tidak saja
menggali informasi dari partisipan dan informan utama melalui wawancara
mendalam , juga orang berada disekitar subjek penelitian , catatan-catataan
harian mengenai kegiatan subjek atau rekam jejak subjek. Jadi semakin alamiah
proses penelitian itu dilakukan maka akan semakin jujur hasil yang di dapatkan
tanpa ada rasa tipuan-tipuan kejadian yang di sadari. Dan data yang didapatkan
benar-benar seperti apa yang terjadi.
Yunus (2010: 264) menggambarkan objek
yang diteliti dalam penelitian Studi Kasus hanya mencitrakan dirinya sendiri
secara mendalam/detail/lengkap untuk memperoleh gambaran yang utuh dari objek (wholeness)
dalam artian bahwa data yang dikumpulkan dalam studi dipelajari sebagai suatu
keseluruhan, utuh yang terintegrasi. Itu
sebabnya penelitian Studi Kasus bersifat eksploratif. Sifat objek kajian yang
sangat khusus menjadi bahan pertimbangan utama peneliti untuk mengelaborasinya
dengan cara mengeksplorasi secara mendalam. Peneliti tidak hanya memahami kasus
dari luarnya saja, tetapi juga dari dalam sebagai entitas yang utuh dan detail.
Itu sebabnya salah satu teknik pengumpulan datanya melalui wawancara mendalam.
Untuk memahami lebih jauh tentang subjek, peneliti Studi Kasus juga dapat
memperoleh data melalui riwayat hidupnya.
Selain wawancara mendalam, ada lima
teknik pengumpulan data penelitian Studi Kasus, yakni dokumentasi, observasi
langsung, observasi terlibat (participant observation), dan artifak
fisik. Masing-masing untuk saling melengkapi. Inilah kekuatan Studi Kasus
dibanding metode lain dalam penelitian kualitatif (Mudjia Rahardjo:2017)
. Tugas peneliti Studi Kasus ialah
menggali sesuatu yang tidak tampak tersebut untuk menjadi pengetahuan yang
tampak. Karena itu dapat pula diartikan Studi Kasus sebagai proses mengkaji
atau memahami sebuah kasus dan sekaligus mencari hasilnya. Pada penelitian
studi kasus ini peneliti benar-beanr mencari akar dari permasalahan, sehingga
perlu benar-benar menemukan informasi yang sebanyak-banyaknya yang di rasa
perlu. Bahkan jika memungkin juga mencari informasi yang berada di sekitar
objek penelitian tersebut. Maksudnya peneliti tidak hanya mengumpulkan
informasi dari satu objek saja tapi juga mungkin dari lingkungan maupun orang
terdekat.
MANFAAT PENELITIAN STUDI KASUS
Menurut
Lincoln dan Guba, sebagaimana dikutip Mulyana (2013: 201-202), keistimewaan
Studi Kasus meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Studi
Kasus merupakan sarana utama bagi penelitian emik, yakni menyajikan pandangan
subjek yang diteliti,
2. Studi
Kasus menyajikan uraian menyeluruh yang mirip dengan apa yang dialami pembaca
dalam kehidupan sehari-hari (everyday real-life),
3. Studi
Kasus merupakan sarana efektif untuk menunjukkan hubungan antara peneliti
dengan subjek atau informan,
4. Studi
Kasus memungkinkan pembaca untuk menemukan konsistensi internal yang tidak
hanya merupakan konsistensi gaya dan konsistensi faktual tetapi juga
keterpercayaan (trustworthiness),
5. Studi
Kasus memberikan “uraian tebal” yang diperlukan bagi penilaian atas
transferabilitas,
6. Studi
Kasus terbuka bagi penilaian atas konteks yang turut berperan bagi pemaknaan
atas fenomena dalam konteks tersebut.
LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN STUDI
KASUS
1. Pemilihan
tema, topik dan kasus
Pertama kita harus meyakini bahwa kita
mempunyai kapasitas yang cukup untuk meneliti topic yang kita pilih, sehingga
kita bisa menghasilkan penelitian yang baik pada bidang yang kita minati dan
kuasai. Untuk mendapat kan pengetahuan yang cukup peneliti bisa peroleh dari
membaca buku,, majalah ilmiah Koran, diskusi dengan teman sejawat , tutor,
dosen pembimbing , setelah sumber-sumber bacaan di peroleh kemudian dilanjutkan
dengan menentukan tema besar, kemudian disempitkan lagi menjadi topik, dari
topik penenliti dapat memberi tekanan pada objek kajian yang selanjutnya
menejadi kasus.
2. Pembacaan
literature
Menurut Yin (1994: 9) pembacaan
literatur sangat penting untuk memperluas wawasan peneliti di bidang yang akan
diteliti dan mempertajam rumusan masalah yang akan diajukan.
Namun
demikian, dalam upaya pengumpulan bahan bacaan peneliti perlu mempertimbangkan
dua aspek penting, yakni relevansi (relevance) bahan bacaan/literatur
tersebut dengan topik bahasan (kasus) yang diangkat dan kemutakhiran (novelty).
3. Perumusan
focus dan masalah penelitian
Fokus penelitian perlu dibuat agar peneliti bisa
berkonsentrasi pada satu titik yang menjadi pusat perhatian. rumusan masalah ialah dari rumusan tersebut dapat digali informasi
penting dan mendalam untuk menjadi pengetahuan yang berharga bagi kemanusiaan,
bukan sembarang informasi yang tidak bernilai ilmiah.
4. Pengumpulan
data
menurut Suwartono (2014:41) ada berbagai cara yang digunakan
untuk mengumpulkan data, menghimpun atau mengambil data adalah: wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Peneliti sendiri merupakan instrumen kunci,
sehingga dia sendiri yang dapat mengukur ketepatan dan ketercukupan data serta
kapan pengumpulan data harus berakhir. Dia sendiri pula yang menentukan
informan yang tepat untuk diwawancarai, kapan dan di mana wawancara dilakukan.
5. Penyempurnaan
data
Untuk mengetahui bahwa data yang kita kumpulkan sudah
sempurna atau belum maka kita perlu untuk membacanya kembali, seandainya data
yang kita kumpulkan belum cukup maka peneliti wajib kembali ke lapangan untuk
melengkapi data.
6. Pengolahan
data
Setelah data dianggap sempurna, peneliti melakukan pengolahan
data, yakni melakukan pengecekan kebenaran data, menyusun data, melaksanakan
penyandian (coding), mengklasifikasi data, mengoreksi jawaban wawancara
yang kurang jelas. Tahap ini dilakukan untuk memudahkan tahap analisis.
7. Analisis
data
Setelah data terkumpul baik melalui, hasil wawancara dan
observasi, dukumentasi dalam bentuk gambar atau photo. Data akan di olah oleh
peneliti. Menurut Dr. Suwartono, M. Hum (2014:79) istilah “olah” atau “proses”
data inilah penulis sering mengunakan
untuk mengganti kata “Analisis” yang lebih terkesan rumit. Pada proses analisis
data. Menurut Prof. Dr. H. Mudjia
Rahardjo, M.Si (2017:20) Pada hakikatnya analisis data adalah sebuah kegiatan
untuk memberikan makna atau memaknai data dengan mengatur, mengurutkan,
mengelompokkan, memberi kode atau tanda, dan mengkategorikannya menjadi
bagian-bagian berdasarkan pengelompokan tertentu sehingga diperoleh suatu
temuan terhadap rumusan masalah yang diajukan. Untuk dapat menyimpulkan hasil
temuan pastilah tidak semudah yang kita pikirkan karena peneliti akan dituntut
harus melalui tahapan-tahapan proses dan
ini memerlukan ketelitian, kecerdasan
tersendiri. Tidak hanya kecerdasan dan ketelitian yang menjamin akan hasil nya
tepat wawasan retorika, pengalaman peneliti dan bimbingan dosen akan sangat
berpengaruh terhadap informasi hasil temuan pada penelitian.
8. Laporan
penelitian
Langkah
paling akhir kegiatan penelitian ialah membuat laporan penelitian. Laporan
penelitian merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban kegiatan penelitian
yang dituangkan dalam bahasa tulis untuk kepentingan umum. Menurut Yunus (2010:
417) ada beberapa versi mengenai laporan penelitian, tetapi secara umum
terdapat 3 syarat agar laporan penelitian dapat dikategorikan sebagai karya
ilmiah, yaitu:
·
Objektif,
·
Sistematik,
·
Mengikuti metode ilmiah.
KESIMPULAN DAN SARAN
Penelitian merupakan serangkaian
kegiatan atau aktivitas ilmiah untuk menemukan kebenaran yang hanya bisa
dilakukan oleh makhluk ciptaan Tuhan yang bernama manusia. Itupun tidak oleh
semua manusia, tetapi hanya mereka yang terdidik (educated people).
Berbekal nalar yang merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa, melalui kegiatan
ilmiah (penelitian) manusia dapat mengungkap misteri ciptaan Tuhan. Dengan
penemuan-penemuan baru di bidang sains dan teknologi, manusia dapat
meningkatkan tarap hidup, harkat dan martabatnya sehingga berbeda dengan semua
makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Selain itu, lewat penelitian ilmu pengetahuan
berkembang bahkan hingga begitu pesat seperti yang kita saksikan dan rasakan
saat ini. Karena itu, kemampuan melakukan penelitian sangat penting untuk
peningkatan kualitas hidup manusia itu sendiri.
Disamping itu Penulis juga berharap
melalui tulisan ini mampu untuk
memberikan gambaran kepada orang banyak yang merasa tertarik untuk melakukan
suatu penelitian studi kasus, terutama kepada para guru yang tentunya juga
mempunyai permasalahan yang sama dengan penulis yang berhubungan dengan objek
pembelajaran yaitu siswa. Sehingga kita sebagai guru mampu untuk terus
meningkatkan pengajaran kita dengan belajar dari kebenaran dan kesalahan
beberapa murid yang kita anggap berbeda dan unik dari yang lain. Namun penulis
juga tidak memungkiri bahwasanya tulisan ini jauh dari kesempurnaan karena penulis
sendiri yakin kesempurnaan itu hanya datang dari Allah S.W.T, dan penulis
sendiri pun juga menyadarinya terdapat bebrapa kelamahan dalam tulisan ini baik
itu yang berhubungan dengan pemahaman maupun penulisan, oleh karena itu penulis
mengucapkan mohon maaf.
DAFTAR
PUSTAKA
Desfitranita,2017. Students’ rules and practice: how
to speak English fluently,al-ta’lim Journal,24(1), 2017, (19-28)
Hillway,T.1956. introduction
to research. Boston: Houghton Mifflin Co.
Horby, A S. 1989. OXFORD ADVANCED LEARNER’S DICTIONARY.,
Fourth Edition. Oxford: Oxford University Press.
Nazir,M.2015.metode
penelitian.Ciawi:Penerbit Ghalia Indonesia
Mulyana, Dedy. 2013. METODOLOGI PENELITIAN
KUALITATIF: PARADIGMA BARU ILMU KOMUNIKASI DAN ILMU SOSIAL LAINNYA.
Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.
Robert K. Yin. (1989). Case Study Research Design
and Methods. Washington: COSMOS Corporation
Suwartono.2014.dasar-dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta:
penerbit Andi
Whitney,F.L. 1960. The elements of research. Asian
Eds. Osaka: Overseas Book Co.
Yin, Robert K. 1994. CASE STUDY RESEARCH.
Thousand Oaks, London, New Delhi: SAGE Publications.
Yunus, Hadi Sabari. 2010. Metode Penelitian
Wilayah Kontemporer. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR.
Studi Kasus
Reviewed by Richardo daviD
on
23:02
Rating:
Reviewed by Richardo daviD
on
23:02
Rating:

No comments: