Sports




Studi Kasus




PENGENALAN SECARA SPESIFIK DENGAN MENGGUNAKAN PENELITIAN STUDI KASUS

David Rikardo Putra
(Universitas Muhammadiyah Purwokerto)
Davidrikardoputra01081994@gmail.com


Abstrak
Studi kasus adalah penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas, subjek dalam penelitian studi kasus ini boleh saja individu, lembaga atau kelompok, yang mempunyai keunikan atau kejadian yang jarang ditemukan di kalangan masyarakat, tujuan dari studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang objek penelitian dan menjawab pertanyaan dan rasa ingin tahu seseorang, dan di samping itu studi kasus juga mampu memberikan pelajaran bagi orang di sekitar untuk dapat di ambil pelajaran agar tidak kemungkinan terjadinya kesalahan yang sama.
Keyword: studi kasus, penelitian, pendidikan,

PENDAHULUAN

Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling unggul di bandingkan dengan makhluk hidup lainnya karena manusia di berikan akal, atau semacam sofgai tware di kepala, yang dapat di gunakan untuk berfikir, mengolah ingatan dan mampu menciptakan penemuan yang terus berkembang sampai pada zaman serba berkecanggihan  seperti saat ini, dari proses temuan tersebut banyak menghasilkan ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk kemajuan, dan ilmu itu sendiri  lahir karena  manusia di berkahi Tuhan suatu sifat ingin tahu. keingintahuan seseorang tehadap permasalahan di sekelilingnya dapat menjurus kepada keingintahuan ilmiah. Misalnya dari pertanyaan kenapa seorang anak yang biasanya berprestasi di dalam kelas kemudian tiba-tiba berubah secara dratis dan menurun dari segi pembelajaran,  Sebagai guru kita mungkin bisa menerka sendiri dengan menggunakan penglihatan tapi itu tidak lah cukup atau mampu menjelaskan suatu masalah secara detail. Maka kita perlu untuk melakukan  penelitian untuk mendapatkan jawaban yang akurat secara ilmiah. Menurut  Suwartono 2014 (dasar-dasar metodologi penelitian) mengatakan bahwa penelitian tidak cukup dengan mengandalkan akal sehat sesuatu yang di yaini saja. Karena penelitian membutuhkan informasi data atau bukti yang cukup. 
Sebagai seorang guru kita  berhadapan dengan berbagai macam karakter/sifat peserta didik, ada yang memiliki daya kepintaran yang amat bagus, sedang, dan kurang.sering kali kita merasa kewalahan untuk mengatasi berbagai macam persoalan yang belum kita kenali Namun sebagai seorang guru kita di tuntut untuk mendidik semua tanpa harus membeda-bedakan satu sama lain, bukan bearti harus mengistimewakan satu atau dua orang yang kita anggap bagus dalam belajar. Karena pada dasarnya mereka di sekolahkan adalah untuk dididik mengetahui apa yang sebelumnya tidak di ketahuinya untuk menjadi tahu, seandainya kita bisa menganalisis kesemua permasalahan tersebut baik siswa yang pintar maupun siswa yang kurang maka akan mampu di jadikan pelajaran untuk sesaama yang lainnya.
            Salah satu jenis penelitian yang mampu untuk membahas atau mengenali karakter individu atau kelompok secara spesifik adalah studi kasus. Nazir (2015) mengatakana bahwa studi kasus adalah penelitian tentang status subjek  penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. Sehingga melalui penelitian studi kasus ini mampu untuk mengenali individu atau kelompok secara lebih dalam pendidikan dan menemukan akar dari permasalahan maupun kunci dari kesuksesan. Sehinga bermanfaat oleh guru dalam proses pembelajaran.
PEMBAHASAN

PENGERTIAN PENELITIAN STUDI KASUS
1.      Penelitian
Penelitian adalah terjemahan dari bahasa inggris research, dan research itu sendiri berasal dari kata re  yang bearti  “kembali” dan search  yang  bearti mencari, dengan demikian Research itu memiliki arti  “mencari kembali”.
Dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari atau tidak kita perna melakukan sebuah penelitian-penelitian kecil misalnya di saat kita kehilangan uang  atau benda lainnya, biasanya kita sering kali mengingat proses/kejadian sebelumnya yang rasanya kita yakini sebagai tempat kehilangan, dan mengecek kembali ketempat yang sebelumnya kita lalui. Sebenarnya kita sudah melakukan sebuah penelitian. Menurut ilmuan Hillway (1956) penelitian tidak lain dari suatu metode studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. Kemudian Whitney (1960)  menyatakan bahwa disamping untuk memperoleh kebenaran, kerja menyelidik harus pula dilakukan secara sungguh-sungguh dalam waktu yang lama, sedangakan menurut Suwartono (2014) penelitian adalah cara memperoleh pengetahuan dengan data empiris yang memadai. jadi penelitian merupakan suatu metode untuk menemukan sebuah jawaban yang dilakukan dengan terencana  dan disertai dengan bukti-bukti yang  mampu untuk dipercaya secara akademis.
Bagi orang yang terbiasa untuk meneliti segala sesuatu terlebih dahulu sebelum mempercayainya itu mampu memberikan dampak yang baik terhadap personalnya. Menurut Suwartono (2014)  penelitian bisa membentuk individu yang cermat , tidak gegabah dalam setiap langkah hidupnya. Menfaat lainnya berkaitan dengan kemandirian, melalui penelitian kita akan mampu untuk menjawab semua keraguan atau ketidak yakinan kita terhadap sesuatu dan maampu untuk memuaskan rasa ingin tahu kita, sehingga kita tidak begitu saja mudah peracaya dengan ucapan seseorang sebelum kita menemukan sendiri hasilnya dengan jelas.

2.      Studi Kasus

Studi kasus berasal dari terjemahan dalam bahasa inggris “a case study , kata case yang menurut kamus Oxford Advanced learner’s Dictionary  of current English (1989;173, diartikan sebagai 1). “instance or example of the occurance of sth., 2) “actual state of affairs;situation”, dan 3) “circumtances or special conditions relating  to a person or thing”. Secara berurutan artinya ialah 1).contoh kejadian sesuatu, 2).kondisi actual dari keadaan atau situasi, dan 3). Lingkungan atau  kondisi tertentu tentang orang atau sesuatu.
Dari penjabaran definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa studi kasus ialah suatu serangkaian kegiatan ilmiah yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam tentang suatu permasalahan bisa secara individu ataupun kelompok dengan tujuan untuk mendapatkan informasi lebih terhadap objek yang ingin kita ketahui, dan memberikan gambaran yang mendetail tantang latar belakang, sifat-sifat serta karakter-karakter yang khas dari kasus, Menurut (Maxfield,1930) subjek penelitian dapat saja individu, kelompok, lembaga, maupun masyarakat.  Meskipun hal yang diteliti dalam sebuah penelitian bisa individu, lembaga atau kelompok, menurut Suwartono (2014) studi kasus individual memiliki daya ungkap lebih dibandingkan dengan yang melibatkan kelompok. Hal ini disebabkan karena setiap individu memiliki keunikannya sendiri.
Kemudian apa yang dimaksud dengan kasus (case)? Yang di maksud dengan kasus  ialah kejadian atau peristiwa ,bisa sangat sederhana bisa juga kompleks, sebenarnya kata kasus ini sering kita jumpai dalam kehidupan keseharian baik itu di saat kita berinteraksi dengan lingkngan maupun di saat mendengar berita dari Televisi, dan peristiwanya itu sendiri terbilang unik , dan mampu menciptankan tanda Tanya atau rasa keingintahuan yang besar terhadapnya sehinga hal tersebut bisa d teliti menggunakan study kasus. Menurut suwartono (2014) contoh study kasus di antaranya penelitian terhadap seorang anak ber IQ di atas rata-rata tetapi mengalami masalah belajar serius. Dalam kasus ini bisa kita dapatkan informasi yang akurat untuk menjawab  pertanyaan tersebut. Dan banyak contoh lain lagi yang bisa kita angkat untuk dijadikan penelitian studi kasus contoh lain seperti pengusaha sukses Jack Ma, pemilik dari bisnis online terbesar yaitu Alibaba. Bagaimana dia bisa menjadi orang yang berpengaruh dalam penjualan online di dunia sementara dia hanya seorang guru tanpa memiliki background Bisnis. Banyak lagi contoh lain yang mampu kita gali menggunakan penelitian studi kasus, dalam dunia pendidikan Destranita (2017) dalam artikelnya yang berjudul “ sudents rules and practice: how to speak English fluently” studi kasus mampu untuk mengenali bagaimana cara siswa nya belajar sehingga  lancar berbahasa inggris dan bagaimana cara mereka untuk mempertahankan. Dari proses penelitian studi kasus tersebut Destranita mampu mendapatkan jawaban dari objek penelitiannya sehingga bisa di terapkan kepada siswa  lain yang di anggap kurang dalam berbicara bahasa inggris.

TUJUAN PENELITIAN STUDI KASUS
Seperti halnya pada tujuan penelitian lain pada umumnya, pada dasarnya peneliti yang menggunakan metode penelitian studi kasus bertujuan untuk memahami obyek yang ditelitinya. Meskipun demikian, berbeda dengan penelitian yang lain, penelitian studi kasus bertujuan secara khusus menjelaskan dan memahami obyek yang ditelitinya secara khusus sebagai suatu ‘kasus’. Berkaitan dengan hal tersebut, Yin (2003a, 2009) menyatakan bahwa tujuan penggunaan penelitian studi kasus adalah tidak sekedar untuk menjelaskan seperti apa obyek yang diteliti, tetapi untuk menjelaskan bagaimana keberadaan dan mengapa kasus tersebut dapat terjadi.
Secara khusus, berkaitan dengan karakteristik kasus sebagai obyek penelitian, VanWynsberghe dan Khan (2007) menjelaskan bahwa tujuan penelitian studi kasus adalah untuk memberikan kepada pembaca laporannya tentang ‘rasanya berada dan terlibat di dalam suatu kejadian’, dengan menyediakan secara sangat terperinci analisis kontekstual tentang kejadian tersebut.
Menurut Yin (1994: 21) tidak cukup pertanyaan studi kasus hanya menanyakan “apa”, (what), tetapi juga “bagaimana” (how) dan  “mengapa” (why). Pertanyaan “apa” dimaksudkan untuk memeperoleh pengetahuan deskriptif  (descriptive knowledge), “bagaimana” (how) untuk memperoleh pengetahuan eksplanatif (eksplanative knowledge) dan “mengapa” (why) untuk memperoleh pengetahuan eksploratif (eksplorative knowledge). Yin lebih menekankan penggunaan pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa” karena pertanyaan tersebut dipandang sangat tepat untuk menggali pertanyaan yang lebih luas dan mendalam tentang permasalahan yang ingin di ketahui.
Berikut adalah contoh pertanyaan penelitian untuk beberapa jenis dan strategi penelitian menurut Yin, (1994:6):
Jenis penelitian
Bentuk pertanyaan penelitian
Memerlukan kontrol terhadap peristiwa yang diteliti?
Focus pada peristiwa kontemporer?
Eksperimen
Bagaimana, mengapa
Iya
Iya
Survei
Siapa, apa, di mana, berapa banyak
Tidak
Iya
Analisis arsif
Siapa, apa, di mana, berapa banyak
Tidak
Iya/tidak
Sejarah
Bagaimana, mengapa
Tidak
Tidak
Studi kasus
Bagaimana, mengapa
Tidak
iya

BAGAIMANA PENELITIAN STUDI KASUS DILAKUKAN

Seperti halnya jenis penelitian kualitatif lainnya,  menurut Prof.Dr.Mujdia Rahardjo dalam artikelnya “ studi kasus dalam penelitian kualitatif : konsep dan prosedurnya menyatakan bahwa: studi kasus juga dilakukan dalam latar alamiah, holistik dan mendalam, alamiah artinya kegiatan pemerolehan data dilakukan dalam konteks kehidupan nyata (real life events). Tidak perlu ada perlakuan-perlakuan tertentu baik terhadap subjek penelitian maupun konteks dimana penelitian dilakukan. Biarkan semuanya berlansung secara alamiah. Agar memperoleh informasi yang komprehensif, peneliti tidak saja menggali informasi dari partisipan dan informan utama melalui wawancara mendalam , juga orang berada disekitar subjek penelitian , catatan-catataan harian mengenai kegiatan subjek atau rekam jejak subjek. Jadi semakin alamiah proses penelitian itu dilakukan maka akan semakin jujur hasil yang di dapatkan tanpa ada rasa tipuan-tipuan kejadian yang di sadari. Dan data yang didapatkan benar-benar seperti apa yang terjadi.
Yunus (2010: 264) menggambarkan objek yang diteliti dalam penelitian Studi Kasus hanya mencitrakan dirinya sendiri secara mendalam/detail/lengkap untuk memperoleh gambaran yang utuh dari objek (wholeness) dalam artian bahwa data yang dikumpulkan dalam studi dipelajari sebagai suatu keseluruhan, utuh yang terintegrasi. Itu sebabnya penelitian Studi Kasus bersifat eksploratif. Sifat objek kajian yang sangat khusus menjadi bahan pertimbangan utama peneliti untuk mengelaborasinya dengan cara mengeksplorasi secara mendalam. Peneliti tidak hanya memahami kasus dari luarnya saja, tetapi juga dari dalam sebagai entitas yang utuh dan detail. Itu sebabnya salah satu teknik pengumpulan datanya melalui wawancara mendalam. Untuk memahami lebih jauh tentang subjek, peneliti Studi Kasus juga dapat memperoleh data melalui riwayat hidupnya.
Selain wawancara mendalam, ada lima teknik pengumpulan data penelitian Studi Kasus, yakni dokumentasi, observasi langsung, observasi terlibat (participant observation), dan artifak fisik. Masing-masing untuk saling melengkapi. Inilah kekuatan Studi Kasus dibanding metode lain dalam penelitian kualitatif (Mudjia Rahardjo:2017)
. Tugas peneliti Studi Kasus ialah menggali sesuatu yang tidak tampak tersebut untuk menjadi pengetahuan yang tampak. Karena itu dapat pula diartikan Studi Kasus sebagai proses mengkaji atau memahami sebuah kasus dan sekaligus mencari hasilnya. Pada penelitian studi kasus ini peneliti benar-beanr mencari akar dari permasalahan, sehingga perlu benar-benar menemukan informasi yang sebanyak-banyaknya yang di rasa perlu. Bahkan jika memungkin juga mencari informasi yang berada di sekitar objek penelitian tersebut. Maksudnya peneliti tidak hanya mengumpulkan informasi dari satu objek saja tapi juga mungkin dari lingkungan maupun orang terdekat. 

MANFAAT PENELITIAN STUDI KASUS
Menurut Lincoln dan Guba, sebagaimana dikutip Mulyana (2013: 201-202), keistimewaan Studi Kasus meliputi hal-hal sebagai berikut:
1.      Studi Kasus merupakan sarana utama bagi penelitian emik, yakni menyajikan pandangan subjek yang diteliti,
2.      Studi Kasus menyajikan uraian menyeluruh yang mirip dengan apa yang dialami pembaca dalam kehidupan sehari-hari (everyday real-life),
3.      Studi Kasus merupakan sarana efektif untuk menunjukkan hubungan antara peneliti dengan subjek atau informan,
4.      Studi Kasus memungkinkan pembaca untuk menemukan konsistensi internal yang tidak hanya merupakan konsistensi gaya dan konsistensi faktual tetapi juga keterpercayaan (trustworthiness),
5.      Studi Kasus memberikan “uraian tebal” yang diperlukan bagi penilaian atas transferabilitas,
6.      Studi Kasus terbuka bagi penilaian atas konteks yang turut berperan bagi pemaknaan atas fenomena dalam konteks tersebut.

LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN STUDI KASUS
1.      Pemilihan tema, topik dan kasus
Pertama kita harus meyakini bahwa kita mempunyai kapasitas yang cukup untuk meneliti topic yang kita pilih, sehingga kita bisa menghasilkan penelitian yang baik pada bidang yang kita minati dan kuasai. Untuk mendapat kan pengetahuan yang cukup peneliti bisa peroleh dari membaca buku,, majalah ilmiah Koran, diskusi dengan teman sejawat , tutor, dosen pembimbing , setelah sumber-sumber bacaan di peroleh kemudian dilanjutkan dengan menentukan tema besar, kemudian disempitkan lagi menjadi topik, dari topik penenliti dapat memberi tekanan pada objek kajian yang selanjutnya menejadi kasus.
2.      Pembacaan literature
Menurut Yin (1994: 9) pembacaan literatur sangat penting untuk memperluas wawasan peneliti di bidang yang akan diteliti dan mempertajam rumusan masalah yang akan diajukan.
Namun demikian, dalam upaya pengumpulan bahan bacaan peneliti perlu mempertimbangkan dua aspek penting, yakni relevansi (relevance) bahan bacaan/literatur tersebut dengan topik bahasan (kasus) yang diangkat dan kemutakhiran (novelty).
3.      Perumusan focus dan masalah penelitian
Fokus penelitian perlu dibuat agar peneliti bisa berkonsentrasi pada satu titik yang menjadi pusat perhatian. rumusan masalah ialah dari rumusan tersebut dapat digali informasi penting dan mendalam untuk menjadi pengetahuan yang berharga bagi kemanusiaan, bukan sembarang informasi yang tidak bernilai ilmiah.
4.      Pengumpulan data
menurut Suwartono (2014:41) ada berbagai cara yang digunakan untuk mengumpulkan data, menghimpun atau mengambil data adalah: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti sendiri merupakan instrumen kunci, sehingga dia sendiri yang dapat mengukur ketepatan dan ketercukupan data serta kapan pengumpulan data harus berakhir. Dia sendiri pula yang menentukan informan yang tepat untuk diwawancarai, kapan dan di mana wawancara dilakukan.
5.      Penyempurnaan data
Untuk mengetahui bahwa data yang kita kumpulkan sudah sempurna atau belum maka kita perlu untuk membacanya kembali, seandainya data yang kita kumpulkan belum cukup maka peneliti wajib kembali ke lapangan untuk melengkapi data.
6.      Pengolahan data
Setelah data dianggap sempurna, peneliti melakukan pengolahan data, yakni melakukan pengecekan kebenaran data, menyusun data, melaksanakan penyandian (coding), mengklasifikasi data, mengoreksi jawaban wawancara yang kurang jelas. Tahap ini dilakukan untuk memudahkan tahap analisis.
7.      Analisis data
Setelah data terkumpul baik melalui, hasil wawancara dan observasi, dukumentasi dalam bentuk gambar atau photo. Data akan di olah oleh peneliti. Menurut Dr. Suwartono, M. Hum (2014:79) istilah “olah” atau “proses” data inilah  penulis sering mengunakan untuk mengganti kata “Analisis” yang lebih terkesan rumit. Pada proses analisis data. Menurut  Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si (2017:20) Pada hakikatnya analisis data adalah sebuah kegiatan untuk memberikan makna atau memaknai data dengan mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode atau tanda, dan mengkategorikannya menjadi bagian-bagian berdasarkan pengelompokan tertentu sehingga diperoleh suatu temuan terhadap rumusan masalah yang diajukan. Untuk dapat menyimpulkan hasil temuan pastilah tidak semudah yang kita pikirkan karena peneliti akan dituntut harus melalui tahapan-tahapan  proses dan ini  memerlukan ketelitian, kecerdasan tersendiri. Tidak hanya kecerdasan dan ketelitian yang menjamin akan hasil nya tepat wawasan retorika, pengalaman peneliti dan bimbingan dosen akan sangat berpengaruh terhadap informasi hasil temuan pada penelitian. 
8.      Laporan penelitian
Langkah paling akhir kegiatan penelitian ialah membuat laporan penelitian. Laporan penelitian merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban kegiatan penelitian yang dituangkan dalam bahasa tulis untuk kepentingan umum. Menurut Yunus (2010: 417) ada beberapa versi mengenai laporan penelitian, tetapi secara umum terdapat 3 syarat agar laporan penelitian dapat dikategorikan sebagai karya ilmiah, yaitu:
·         Objektif,
·         Sistematik,
·         Mengikuti metode ilmiah.

KESIMPULAN DAN SARAN

Penelitian merupakan serangkaian kegiatan atau aktivitas ilmiah untuk menemukan kebenaran yang hanya bisa dilakukan oleh makhluk ciptaan Tuhan yang bernama manusia. Itupun tidak oleh semua manusia, tetapi hanya mereka yang terdidik (educated people). Berbekal nalar yang merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa, melalui kegiatan ilmiah (penelitian) manusia dapat mengungkap misteri ciptaan Tuhan. Dengan penemuan-penemuan baru di bidang sains dan teknologi, manusia dapat meningkatkan tarap hidup, harkat dan martabatnya sehingga berbeda dengan semua makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Selain itu, lewat penelitian ilmu pengetahuan berkembang bahkan hingga begitu pesat seperti yang kita saksikan dan rasakan saat ini. Karena itu, kemampuan melakukan penelitian sangat penting untuk peningkatan kualitas hidup manusia itu sendiri.
Disamping itu Penulis juga berharap melalui tulisan ini mampu  untuk memberikan gambaran kepada orang banyak yang merasa tertarik untuk melakukan suatu penelitian studi kasus, terutama kepada para guru yang tentunya juga mempunyai permasalahan yang sama dengan penulis yang berhubungan dengan objek pembelajaran yaitu siswa. Sehingga kita sebagai guru mampu untuk terus meningkatkan pengajaran kita dengan belajar dari kebenaran dan kesalahan beberapa murid yang kita anggap berbeda dan unik dari yang lain. Namun penulis juga tidak memungkiri bahwasanya tulisan ini jauh dari kesempurnaan karena penulis sendiri yakin kesempurnaan itu hanya datang dari Allah S.W.T, dan penulis sendiri pun juga menyadarinya terdapat bebrapa kelamahan dalam tulisan ini baik itu yang berhubungan dengan pemahaman maupun penulisan, oleh karena itu penulis mengucapkan mohon maaf.


DAFTAR PUSTAKA
Desfitranita,2017. Students’ rules and practice: how to speak English fluently,al-ta’lim Journal,24(1), 2017, (19-28)
Hillway,T.1956. introduction to research. Boston: Houghton Mifflin Co.
Horby, A S. 1989. OXFORD ADVANCED LEARNER’S DICTIONARY., Fourth Edition. Oxford: Oxford University Press.
Nazir,M.2015.metode penelitian.Ciawi:Penerbit Ghalia Indonesia
Mulyana, Dedy. 2013. METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF: PARADIGMA BARU ILMU KOMUNIKASI DAN ILMU SOSIAL LAINNYA. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.
Robert K. Yin. (1989). Case Study Research Design and Methods. Washington: COSMOS Corporation
Suwartono.2014.dasar-dasar  Metodologi Penelitian. Yogyakarta: penerbit Andi
Whitney,F.L. 1960. The elements of research. Asian Eds. Osaka: Overseas Book Co.
Yin, Robert K. 1994. CASE STUDY RESEARCH. Thousand Oaks, London, New Delhi: SAGE Publications.
Yunus, Hadi Sabari. 2010. Metode Penelitian Wilayah Kontemporer. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR.




Studi Kasus Studi Kasus Reviewed by Richardo daviD on 23:02 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.