Sports




Berawal dari fikiran








jagalah pikiran anda agar tetap positif, karena pikiran anda akan menjadi perkataan anda , jagalah perkataan anda karena akan menjadi tingkah laku anda, jaga lah tingkah laku anda karena ia akan berubah menjadi kebiasaan anda, jagalah kebiasaan anda agar tetap positif karena ia akan menjadi nilai hidup anda, jagalah nilai hidup anda agar tetap positif, karena ia akan menjadi tujuan hidup anda. (Mahatma Gandhi )
Kita sebagai manusia di bekali dengan kekuatan otak yang sungguh luar  biasa karena itu kita menjadi istimewa  di bandingkan makhluk ciptaan Tuhan lainnya, kita memiliki akal atau sejenis software di kepala yang dapat kita gunakan untuk berpikir dan mampu untuk menciptakan berbagai kemungkinan. Sehingga hasil kerja otak yang pertama terdapat pada pikiran kita, sebelum semua nya menjadi besar dan berubah menjadi sebuah tindakan,  semakin sering kita menggunakan pikiran positif dalam setiap hal yang kita pikirkan maka ia akan terus terlatih untuk menciptakan hal-hal yang baik walupun disaat tidak kita sadari. Dan alam bawa sadar kita akan terus menyuarakan hal-hal baik kedepannya dan tentu hal tersebut akan berpengaruh baik terhadap apa yang akan kamu lakukan.
pikiran mempunyai peran yang sangat besar terhadap kelanjutan semua hal  kedepannya, ia mampu menjadi pemula yang sungguh luar biasa tentang berbagai hal, melalui fikiran tersebut ada berbagai kemungkinan yang akhirnya menjadi terealisasikan. Tapi jarang kita menyadari bahwa hal besar yang terjadi hari ini berawal dari pikiran .
Suatu hal yang mungkin hanya terlihat sepele tapi sungguh berpengaruh besar terhadap semua hal yang mungkin kita lakukan hari ini, fikiran bisa membunuh atau menghidupkan maka berhati-hatilah terhadap apa yang kita fikirkan kalau kita tidak ingin terbunuh , semua pilihan ada di tangan kita masing-masing.
Mungkin memang benar untuk menimbulkan pemikiran positif dalam keadaan yang sulit memang tidak mudah, semua itu membutuhkan keleluasaan jiwa yang besar , keikhlasan dan mampu untuk menghadirkan hal-hal yang baik dari keburukan sekalipun. Dan semua itu tidak akan bisa tercipta jika hanya dengan kenginan saja, tapi akan mulai tercipta dengan keinginan tersebut  namun membutuhkan pelatihan-pelatihan yang berkelanjutan sehingga hal itu tertanam di alam tanpa sdar kita.
mungkin kita bisa belajar dari bangkitnya Kihadjar Dewantara dalam kegagalan menggapai mimpinya menjadi seorang Dokter, dan hal itu tentu tidak mudah, di saaat semua pengharapan tertuju padanya tapi dia gagal dan mengubur semua kesempatan baik yang didapatnya dan mengecewakan orang-orang di sekitarnya. Sebagai manusia normal dia sempat terpuruk dan menyiksa dirinya sendiri dengan penyesalan yang sungguh luar biasa, tapi pada akhirya dia mampu bangkit dan mengambil hal positif dalam kegagalan yang sudah dilewatinya, memaafkan diri sendiri dan bergerak untuk  mengejar impian lainnya yaitu berjuang dalam hal Pendidikan. sehingga pendidikan bisa menyebar luas dan bisa kita nikmati sampai sekarang. Jika seandainya Kihadjar terus larut dalam kegagalan tersebut mungkin pendidikan di Indonesia hari ini akan beda cerita.
Dalam kondisi yang lainnya mungkin kita juga bisa belajar dengan kebesaran  dan keikhlasan hati seorang Buya Hamka dalam menerima ketidak adilan hukum di masa Orde Lama, di saat dia di tuduh dan penjarakan tanpa pengadilan hukum sebelumnya dan dengan kesalahan yang di buat-buat, dikurung oleh perintah putra sang wajar Soekarno (sahabatnya sendiri ) selama 2 tahun, 4 bulan. Dia dipisahkan dari keluarga dan disiksa. Tapi dia mampu mengambil hal baik dalam kejadian tersebut, “ jika seandainya saya tidak berada di penjara mungkin saya sudah menjadi korban dalam peristiwa pemubunuhan  G30 SPKI dan jika seandainya saya tidak di kurung oleh putra sang fajar tafsir al-Azhar mungkin tidak akan perna terselesaikan”
Buya Haamka mampu mengambil hal positif dalam keadaan buruk sekalipun sehingga dia tidak menyimpan dendam sedikitpun dan yang mengejutkan dia bersedia menjadi imam untuk sholat jenazah orang yang sudah mengurungnya (Soekarno) sungguh sebuah kebesaran hati yang sungguh luar biasa.
Mereka adalah dua orang pahlawan yang akan terus di kenang di sepanjang masa akibat perjuangan dan jasanya untuk negara indonesia dan mereka berdua adalah bukti nyata dari keberhasilan dari  pikiran positif tersebut yang memberikan pengaruh yang besar terhadap semua tindakan itu sendiri.
Oleh karena itu marilah kita belajar untuk menciptakan pikiran positif dalam setiap hal yang kita fikirkan karena itu akan bermanfaat baik untuk kita kedepannya, dan berangapan baik (husnuzon) itu adalah sebuah amal ibadah bagi kita.
jika seadainya saya berpikiran negatif pada pembaca tentang tulisan saya kali ini maka hanya akan ada berbagai macam spekulasi buruk dan pengandaian yang sangat jahat. Yang pada akhirnya akan menghilangkan keberanian saya untuk menulis dan tulisan ini mungkin tidak akan perna terekposes dan akan tetap menjadi dokumen pribadi saya.
Tapi kali ini saya berusaha untuk berpikiran positif bahwa, apa yang saya tulis hari ini adalah sebuah pembelajaran yang jauh dari kesempurnaan tentunya dan kesalahan yang terdapat dalam tulisan ini akan menjadikan saya menjadi orang yang lebih baik lagi kedepannya, dan memunculkan sebuah pengharapan bahwa hal ini akan memberikan dampak yang positif bagi pembaca termasuk anda saat ini. Sehingga akhirnya tulisan ini bisa saya publikasikan.
Sekarang giliran anda . . .positif or negative (your life is your choice)

Richardo daviD

Berawal dari fikiran Berawal dari fikiran Reviewed by Richardo daviD on 18:11 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.