Sports




Manusia, Lingkungan dalam Pendidikan


Membahas hal tentang manusia mungkin tidak aka perna habisnya dipelajari oleh pengetahuan karena semakin pengetahuan itu mengenali manusia maka disanalah manusia itu terus berkembang hingga pada akhirnya tidak akan perna sampai pada penjelasan final dari manusia tersebut. Karena kehidupan ini adalah abstrak yang tak akan mampu disamakan dengan penjelasan yang serupa. Manusia juga dapat diartikan berbeda-beda baik menurut sudut pandang biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran, bahkan untuk definisi dari manusia itu sendiripun tak perna satu. Karena pemberi analisa dari hal tersebut adalah manusia itu sendiri. Jadi terimalah perbedaan yang anda rasakan pada diri anda sebagai suatu hal yang wajar, dan tak  ada yang perlu di lebih-lebihkan.
            Pernakah kita merasa berbeda dengan yang lain, baik itu dari segi pilihan, keinginan ataupun cara berpikir, secara naluriah itu adalah hal yang wajar, karena manusia di ciptakan berbeda –beda. Bahkan di saat kita mencaintai orang yang sama misalnya, pasti disana aka ada cara pandang yang berbeda kenapa kita menyukainya. Itulah manusia.
            Yakini diri kita sebagai manusia bahwa kita di ciptakan oleh Allah dengan kompetensi masing-masing sehingga kita terus belajar dan mengenali hal yang rasanya lebih kita kuasai dari orang lain. Kenali diri kita sendiri lebih jauh, dengarkan semua masukan dari luar kemudian saring menggunakan akalmu.Tapi jangan paksa tubuh anda untuk menjadi mampu menguasai semua yang kamu anggap baik karena pada dasarnya kita sebagai manusia memiliki keterbatasan. Belajarlah dari semua hal yang ada di sekitar kita bukan hanya  tertuju pada manusia itu sendiri tapi selagi itu makhluk hidup pelajari apa yang rasa nya perlu bagimu. Guru  di sekolah hanyalah bagian kecil dari hal tersebut karena sehebat dan sepintar apapun pendidikmu tapi dia tak terlepas dari yang namanya manusia. memohon lah pada satu pemberi yaitu Allah SWT tapi belajarlah dari semua hal.

Lingkungan disekitarmu itu adalah cerminanmu nantinya kelak, pernakah kita sejenak terdiam kenapa kita berprilaku seperti manusia, itu memang pertanyaan bodoh. Tapi cobalah untuk menjawabnya. Pasti anda menjawabnya “aku menjadi manusia karena aku dilahirkan dari manusia”. Kemudian jikalau anda berfikir seperti itu pernakah anda mendengar cerita Tarzan, bukankah dia juga di lahirkan oleh manusia tapi kenapa dia bersifat seperti gorilla? Bukankah dari segi bentuk mereka mempunyai perbedaan atau rupa yang tak sama atau pernakah anda mendengar sebuah berita di TV seorang anak yang bertingkah layaknya seekor anjing karena di besarkan oleh segerombolan anjing Kemudian kembali tanyakan kenapa hal itu bisa terjadi? Bukankah seharusnya orang yang dilahirkan manusia akan bersifat seperti manusia.jawabannya TIDAK Karena lingkungan di sekitar adalah pembentuk kita mau jadi seperti apa. Kemudian apakah lingkungan itu penting? Tentu saja iya. Kenapa bisa, karena manusia adalah makhluk social yang tak bisa terlepas dari orang lain maka di sanalah lingkungan banyak membentuk anda. Ada sebuah pepatah minang mengatakan seperti ini” berteman dengan penjual parfum setidaknya aroma wangi yang kamu dapatkan, berteman dengan seorang pencuri setidaknya berbohong yang kamu peroleh”  karena belajar adalah proses yang berkelanjutan. Otak kita di desain sehebat mungkin oleh sang pemberi sehingga apapun yang kita saksikan ataupun lihat itu sedikit banyak nya mempengaruhi cara pendang kita terhadap sesuatu.
Dalam bergaul dengan lingkungan tentu tidak selalu seperti apa yang kita harapkan tapi sekali lagi itu lah kehidupan karena tak semua orang yang menyukai putih karena masih ada warna -warna yang lain jadi jangan paksa orang mengikuti keinginan kita. Bahkan Allah tidak hanya membuat Surga sebagai tempat pelabuhan akhir satu-satunya manusia karena masih ada neraka, antara baik dan benar dihadirkan tuhan bersama kita jadi memilihlah menggunakan akal mu sebagai hal lebih yang Tuhan berikan kepada makhluk hidup yaitu manusia.
Tulisan ini aku tulis dari kespontanan fikiranku yang memikirkan tentang proses perjalananku sendiri, ada  kalanya aku sebagai  manusia terkadang menyalahkan hal disekitarku karena aku menganggap mereka tak memahami, aku tak menyadari bahwa itu adalah hal yang wajar dan biasa saja sehingga pada akhirnya akan membuat kita menjadi orang yang tak dimaklumi dan merasa fikiran kita terasing. tapi sepanjang pemahaman itu muncul akhirnya aku menyadari hidup adalah hidup yang penuh dengan warna. Karena aku tak bisa memaksa semua orang untuk menyukai ku karena pasti akan selalu ada pembenci di saat kebaikan yang dilakukan tapi ketika kita berada di jalan benar berjalan lah terus jangan buat langkahmu terhenti hanya karena ocaehan kasar dari sekitarmu, karena tidak semua orang yang menyukai kebaikan karena Tuhan juga ciptakan neraka bagi mereka jadi biarkan saja, biarlah hakim terbesar mengadili mereka di akhirat kelak.

Untuk semua pendidikan baik yang disediakan lingkungan kedepannya mari bersama-sama kita kejar.
Saya David Rikardo, baru saja memulai.

Manusia, Lingkungan dalam Pendidikan Manusia, Lingkungan dalam Pendidikan Reviewed by Richardo daviD on 16:35 Rating: 5

3 comments:

Powered by Blogger.