Pendidikan
adalah hal yang tidak bisa di pisahkan dengan yang namanya pekerjaan, karena
pendidikan itu sangat berperan penting terhadap kesempatan kerja yang akan kita
dapatkan kelaknya, karena melalui pengakuan dari institusi pendidikan tersebut
akan menjadi modal utama untuk masa depan yang lebih baik, dan tentu iya semua
orang ingin mendapatkan pekerjaan yang baik dan bisa mendapatkan pundi-pundi
rupiah yang banyak, sehingga semua orang saling berlomba-lomba untuk mengejar
pendidikan setinggi-tingginya, bahkan semua orang tua akan memprioritaskan
pertama pendidikan untuk anak-anaknya entah dengan bagaimanapun itu cara nya.
Tentu di balik semua itu terdapat pengharapan yang lebih baik kedepannya untuk putra-putri mereka. Dan kenyataan tersebut membuktikan
bahwa kesadaran masyarakat telah tinggi tentang hal yang namaya pendidikan Dan
hal seperti ini tidak bisa kita pungkiri bahwa bangsa kita telah berada pada
kemajuan yang sangat baik terutama dalam pola pikir.
Sebenarnya
kalau kita mundur kebelakang berbicara tentang
pendidikan mungkin tidak terlepas
dari peran seorang pejuang yang bernama Raden Mas Soewardi atau yang lebih
biasa kita kenal dengan Ki Hadjar Dewantara beliau lah yang menyuarakan dan
memperjuangkan pendidikan dengan penuh rintangan yang tidak mudah tentunya di
zaman penjajahan, tapi pada akhirnya melalui perjuangan tersebut, sehingga
pendidikan bisa di nikmati oleh semua kalangan, Termasuk kamu. Dan pendidikan
tersebut tidak lagi hanya menjadi konsumsi
kaum ningrat saja (orang beruang). Oleh karena itu teruntuk semua
perjuangan itu kita ucapkan terimah kasih semoga para pejuang bangsa di
tempatkan di tempat terindah di sisi Allah.amiin, sehingga tinggal perjuangan
kita sebagai penerus dan melanjutkan perjuangan tersebut.
Dengan
perkembangan Zaman dari waktu ke waktu telah memperlihatkan bahwa standard dari
pendidikan itu sendiri semakin meningkat, dan mengharusan kita untuk berjuang
lebih giat dalam menekuni sesuatu, apapun itu namanya, petani, jadilah lah
petani yang pintar, yang tidak lagi mengekor pada tengkulak. Pedagang, jadilah
pedagang yang kreatif dan berkemajuan, jangan mau berdiam dengan style lama
yang kamu pertahankan, manfaat kan semua kemudahan yang di ciptakan, dan tak
kala penting juga untuk pelajar, jadilah pelajar yang siap tempur melawan
Kalau
kita banding kan dengan zaman sekarang tentu sangat jauh berbeda, dalam hal
apa? Terutama saya ingin berbicara dalam kualitas pendidikan itu sendiri dan
semakin tingginya biaya untuk mendapatkan itu, di zaman yang biasa kita sebut
dengan zaman Millenial ini dengan kecanggihan teknologi yang sungguh luar biasa
bahkan sebahagian dari bentuk pekerjaan telah di rengguh oleh teknologi seperti mesin dan robot sehingga kompetisi
untuk itu semaki ketat, dan konsekuensi dari hal itu kesempatan kerja itu semakin berkurang, dan
saingan itu semakin bertambah, jadi salah satu cara untuk ikut berkompetisi adalah
dengan mempelajari sesuatu dengan sehebat mungkin.oleh karena itu kita tentu
perlu wadah untuk memperolehnya,dengan melalui pendidikan itu sendiri. Tapi
pertanyaan penting dari semua itu adalah ?
Apakah
pendidikan itu murah?
Tentu
untuk menjawab semua itu kita punya argumen masing-masing, dan bagi sebagian
orang berada mungkin akan mengatakan itu hal yang mudah untuk saya dapatkan
tapi bagaiamana dengan sekelompok besar masyarakat indonesia yang masih hidup
dengan skala menengah kebawah dan mereka akan mengatakan bahwa pendidikan itu
mahal, terus mungkin akan timbul beberpa sanggahan yang menyatakan bahwa
pendiddikan itu gratis kuq dengan kebijakan pemerintah WAJAR 9 tahun dan semua
biaya di subsidi oleh negara. Iya hal itu memang benar, dan saya pribadi
memberikan aspresiasi yang besar tehadap hal itu, tapi apakah sampai tingkat
itu cukup, dan apakah setelah itu kamu bisa menggunakan kemapuan yang kamu
miliki dan sangggup untuk bersaing dengan kemajuan dari zaman itu sendiri, jika
kamu jawab tidak, bearti itu sama saja bohong, dan toh kenyataannya di zaman
yang millenial ini masih banyak terdapat pengangguran setingkat Sarjana
sekalipun, kemudian kalau setingkat sarjana saja mereka kesulitan untuk
mendapatkan pekerjaan terus bagaimana dengan mereka yang baru tingkat pertama.?????
![]() |
| akankah ijazahku tersimpan rapi dilemari |
Jadi
maksud saya dari semua hal itu saya simpulkan bahwa jika seandainya niat baik
pemerintah tidak di ikuti oleh kesempatan atau peluang yang menjanjikan itu
sama saja bohong, kalau saya boleh katakan itu sama saja anda di berikan sebuah
senjata untuk perang tapi pelurunya tidak ada, anda mau berbuat apa dengan
senjata tersebut, atau kah anda masih mengharapkan
bambu runcing yang akan membantu
sementara musuh mu sudah siap dengan senjata modern yang sangat luar biasa.
Sebenarnya
kalau kita lihat di luar sana ada banyak kritikan pedas terhadap pendidikan itu
sendiri, seperti yang di tuliskan oleh Toto Rahardjo dalam bukunya Sekolah
Bisa Saja,hal 11 :
Namun pada saat ini
sekolah sudah berubah orientasinya , layaknya perusahaan yang menerapkan
seleksi yang begitu ketat bagi calon pelamarnya, bagi yang belum lulus tes masih di nyatakan masih
belum layak untuk masuk perusahaan tersebut atau kompetetensi calon pelamar
tidak sesuai dengan perusahaan yang dilamarnya.
Dalam
hal ini saya punya beberapa kisah nyata yang saya peroleh dari seseorang yang
saya kenal dan menceritakan betapa mahal dan susahnya untuk mengecapi
pendidikan di instansi negeri sehingga
dia merasa putus asa akan akhir dari pendidikan tersebut, sebenarnya dia
mempunyai kemampuan yang luar biasa dan selama proses pembelajaran dia
sebelumnya juga berhasil untuk mendapatan prestasi yang bagus tapi ketika dia
mencoba untuk melemar di beberapa perguruan tinggi hasilnya sangat mengecewkan, kalau
di bandingkan dengan teman-teman sebayanya di sekolah yang kebetulan
mendapatkan prestasi akademik di bawah dia ,tapi dia berhasil untuk masuk namun
timbul beberpa pertanyaan apakah seleksi itu memang berjalan deganbaik dan
terstruktural sesuai dengan yang seharusnya, tapi biarlah itu menjadi rahasia
dari instansi pendidikanitu sendiri.
Kemudian
singkat cerita tidak ada lagi pilihan selain melanjutkan pendidikan di
universitas swasta yang tentuya sangat membutuhkan materi yang tidka sedikit
dan saya yakin itu memberatkan bagi rata-rata masyarakat indonesia, tapi pada
akhirnya mereka tidak punya pilihan lain selain memertaruhkan semua nya yang
mereka miliki bahkan sebagian dari orang tua mereka mencarikan uang itu dnegan
entah dri mana caranya demi satu harapan agar putra-putri mereka mampu bersaing
dan melawan kejamnya kehidupan di era modern ini. namun dlaam hal seperti ini peran
pemerintahlah yang sangat mereka butuhkan. Semoga pendidikan akan menjadi
prioritas pertama oleh pemerintah saat ini, BRAVO pendidikan.kita bisa.
Benarkah pendidikan itu mahal ?
Reviewed by Richardo daviD
on
22:39
Rating:
Reviewed by Richardo daviD
on
22:39
Rating:


No comments: