Sports




Benarkah pendidikan itu mahal ?




Pendidikan adalah hal yang tidak bisa di pisahkan dengan yang namanya pekerjaan, karena pendidikan itu sangat berperan penting terhadap kesempatan kerja yang akan kita dapatkan kelaknya, karena melalui pengakuan dari institusi pendidikan tersebut akan menjadi modal utama untuk masa depan yang lebih baik, dan tentu iya semua orang ingin mendapatkan pekerjaan yang baik dan bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah yang banyak, sehingga semua orang saling berlomba-lomba untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya, bahkan semua orang tua akan memprioritaskan pertama pendidikan untuk anak-anaknya entah dengan bagaimanapun itu cara nya. Tentu di balik semua itu terdapat pengharapan yang  lebih baik kedepannya untuk putra-putri mereka. Dan kenyataan  tersebut membuktikan bahwa kesadaran masyarakat telah tinggi tentang hal yang namaya pendidikan Dan hal seperti ini tidak bisa kita pungkiri bahwa bangsa kita telah berada pada kemajuan yang sangat baik terutama dalam pola pikir. 

Sebenarnya kalau kita mundur kebelakang berbicara tentang   pendidikan mungkin tidak terlepas dari peran seorang pejuang yang bernama Raden Mas Soewardi atau yang lebih biasa kita kenal dengan Ki Hadjar Dewantara beliau lah yang menyuarakan dan memperjuangkan pendidikan dengan penuh rintangan yang tidak mudah tentunya di zaman penjajahan, tapi pada akhirnya melalui perjuangan tersebut, sehingga pendidikan bisa di nikmati oleh semua kalangan, Termasuk kamu. Dan pendidikan tersebut tidak lagi hanya menjadi konsumsi  kaum ningrat saja (orang beruang). Oleh karena itu teruntuk semua perjuangan itu kita ucapkan terimah kasih semoga para pejuang bangsa di tempatkan di tempat terindah di sisi Allah.amiin, sehingga tinggal perjuangan kita sebagai penerus dan melanjutkan perjuangan tersebut.
Dengan perkembangan Zaman dari waktu ke waktu telah memperlihatkan bahwa standard dari pendidikan itu sendiri semakin meningkat, dan mengharusan kita untuk berjuang lebih giat dalam menekuni sesuatu, apapun itu namanya, petani, jadilah lah petani yang pintar, yang tidak lagi mengekor pada tengkulak. Pedagang, jadilah pedagang yang kreatif dan berkemajuan, jangan mau berdiam dengan style lama yang kamu pertahankan, manfaat kan semua kemudahan yang di ciptakan, dan tak kala penting juga untuk pelajar, jadilah pelajar yang siap tempur melawan
Kalau kita banding kan dengan zaman sekarang tentu sangat jauh berbeda, dalam hal apa? Terutama saya ingin berbicara dalam kualitas pendidikan itu sendiri dan semakin tingginya biaya untuk mendapatkan itu, di zaman yang biasa kita sebut dengan zaman Millenial ini dengan kecanggihan teknologi yang sungguh luar biasa bahkan sebahagian dari bentuk pekerjaan telah di rengguh oleh teknologi  seperti mesin dan robot sehingga kompetisi untuk itu semaki ketat, dan konsekuensi dari hal itu   kesempatan kerja itu semakin berkurang, dan saingan itu semakin bertambah, jadi salah satu cara untuk ikut berkompetisi adalah dengan mempelajari sesuatu dengan sehebat mungkin.oleh karena itu kita tentu perlu wadah untuk memperolehnya,dengan melalui pendidikan itu sendiri. Tapi pertanyaan penting dari semua itu adalah ?

Apakah pendidikan itu murah?
Tentu untuk menjawab semua itu kita punya argumen masing-masing, dan bagi sebagian orang berada mungkin akan mengatakan itu hal yang mudah untuk saya dapatkan tapi bagaiamana dengan sekelompok besar masyarakat indonesia yang masih hidup dengan skala menengah kebawah dan mereka akan mengatakan bahwa pendidikan itu mahal, terus mungkin akan timbul beberpa sanggahan yang menyatakan bahwa pendiddikan itu gratis kuq dengan kebijakan pemerintah WAJAR 9 tahun dan semua biaya di subsidi oleh negara. Iya hal itu memang benar, dan saya pribadi memberikan aspresiasi yang besar tehadap hal itu, tapi apakah sampai tingkat itu cukup, dan apakah setelah itu kamu bisa menggunakan kemapuan yang kamu miliki dan sangggup untuk bersaing dengan kemajuan dari zaman itu sendiri, jika kamu jawab tidak, bearti itu sama saja bohong, dan toh kenyataannya di zaman yang millenial ini masih banyak terdapat pengangguran setingkat Sarjana sekalipun, kemudian kalau setingkat sarjana saja mereka kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan terus bagaimana dengan mereka yang baru tingkat pertama.????? 

akankah ijazahku tersimpan rapi dilemari

Jadi maksud saya dari semua hal itu saya simpulkan bahwa jika seandainya niat baik pemerintah tidak di ikuti oleh kesempatan atau peluang yang menjanjikan itu sama saja bohong, kalau saya boleh katakan itu sama saja anda di berikan sebuah senjata untuk perang tapi pelurunya tidak ada, anda mau berbuat apa dengan senjata tersebut, atau kah anda masih  mengharapkan  bambu runcing yang akan membantu sementara musuh mu sudah siap dengan  senjata modern yang sangat luar biasa.
Sebenarnya kalau kita lihat di luar sana ada banyak kritikan pedas terhadap pendidikan itu sendiri, seperti yang di tuliskan oleh Toto Rahardjo dalam bukunya Sekolah Bisa Saja,hal 11 :
Namun pada saat ini sekolah sudah berubah orientasinya , layaknya perusahaan yang menerapkan seleksi yang begitu ketat bagi calon pelamarnya, bagi  yang belum lulus tes masih di nyatakan masih belum layak untuk masuk perusahaan tersebut atau kompetetensi calon pelamar tidak sesuai dengan perusahaan yang dilamarnya.
Dalam hal ini saya punya beberapa kisah nyata yang saya peroleh dari seseorang yang saya kenal dan menceritakan betapa mahal dan susahnya untuk mengecapi pendidikan di instansi negeri  sehingga dia merasa putus asa akan akhir dari pendidikan tersebut, sebenarnya dia mempunyai kemampuan yang luar biasa dan selama proses pembelajaran dia sebelumnya juga berhasil untuk mendapatan prestasi yang bagus tapi ketika dia mencoba untuk melemar di beberapa perguruan tinggi hasilnya sangat mengecewkan, kalau di bandingkan dengan teman-teman sebayanya di sekolah yang kebetulan mendapatkan prestasi akademik di bawah dia ,tapi dia berhasil untuk masuk namun timbul beberpa pertanyaan apakah seleksi itu memang berjalan deganbaik dan terstruktural sesuai dengan yang seharusnya, tapi biarlah itu menjadi rahasia dari instansi pendidikanitu sendiri.

Kemudian singkat cerita tidak ada lagi pilihan selain melanjutkan pendidikan di universitas swasta yang tentuya sangat membutuhkan materi yang tidka sedikit dan saya yakin itu memberatkan bagi rata-rata masyarakat indonesia, tapi pada akhirnya mereka tidak punya pilihan lain selain memertaruhkan semua nya yang mereka miliki bahkan sebagian dari orang tua mereka mencarikan uang itu dnegan entah dri mana caranya demi satu harapan agar putra-putri mereka mampu bersaing dan melawan kejamnya kehidupan di era modern ini. namun dlaam hal seperti ini peran pemerintahlah yang sangat mereka butuhkan. Semoga pendidikan akan menjadi prioritas pertama oleh pemerintah saat ini, BRAVO pendidikan.kita bisa.



Benarkah pendidikan itu mahal ? Benarkah pendidikan itu mahal ? Reviewed by Richardo daviD on 22:39 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.