Bersembunyi di balik
kenyataan itu sama saja berlindung diakar yang lapuk (10.07.2020)
Sebuah
drama luka tentu jelas berangkat dari rasa sakit, baik itu dari cerita personal
penulisnya maupun kisah lainnya, tapi tak bisa di elakkan bahwa sebuah cerita
adalah sebuah kisah perjalanan, dan tentu jelas perjalanan itu tak selalu datar,
walau pengharapan terus berada pada kata baik-baik saja tapi harapan tetap lah
sebuah pengharapan yang tak mungkin memiliki kuasa penuh untuk terkabulkan
keseluruhannya.
Mengakui
semua kenyataan itu adalah sebuah bentuk keikhlasan yang luar biasa, dan tentu
hal tersebut memiliki nilai yang teramat tinggi, pejuang yang tangguh itu bukan
bearti selalu berada pada pengahrapan yang selalu terkabulkan tapi berani jujur
pada diri sendiri tanpa berlindung di balik kemunafikan.
Hari
kemaren adalah kisah, hari ini adalah proses dan hari esok tetap lah menjadi misterius.
Ia adalah sebuah rangkaian akan kisah perjalanan itu, berterus terang akan
semua kisah itu tentu akan jauh lebih baik karena kenyataan yang pahit itu
lebih baik dari pada sebuah fiksi yang manis, untuk apa kita memberikan tawa
pada orang lain sementara kita terkurung oleh rasa tangis yang semakin
mencekik, maka apapun itu kisah mu berterus terang dan bersikap jujurlah.
Untuk
dia, kamu dan mereka dan kepada keseluruhannya, sekarang buka hati kita
masing-masing, buka lebar kedua mata dan birkan telinga tetap mengembang
seperti sediakala, apapun itu lukamu, ya aku sadari betul itu sakit dan memang
tidak mengenakkan, tapi percayalah kamu tak sendirian, ada aku, dia maupun
mereka diluar sana berada pada kisah yang sama.
Jika
memang ingin sendiri menyendirilah untuk beberpa waktu, dan itu pun tak ada
salahnya, bahkan ketika harus menangis biarkan saja lagian itu bukan hal hina
juga kok, karena ada saatnya dalam hidupmu, engkau ingin sendiri saja bersama
angin, menceritakan seluruh rahasia , lalu menerteskan air mata (Soekarno). Bahkan
seorang Bung Besar pendiri bangsa tak enggan untuk lakukan itu. Kemudian siapa
kamu sehinnga merasa hina jika hal itu dilakukan.
Berikan
waktu untuk bercengkrama dengan diri sendiri, bertanyalah sebanyak-banyak
mungkin,sampai pada akhirnya kita jauh lebih tau kemudian cibiran mereka kita
anggap sampah yang berbau dan tak berguna.
Akui
saja...
Kita
harus jujur, terkadang kita memang orang yang payah, aneh, misterius, tidak
jelas, apapun itu kalau memang kenyataannya utarakan saja. lagian itu bukan hal
yang baru juga kuq. Penemu rasa itu bukan kita, rasa itu ada jauh sebelum kita
rasakan, mungkin waktunya itu menjadi milik kita hari ini tapi yakin hari esok
akan berdiam pada tubuh yang lainnya.
Pengahrapan
adalah manusiawi tapi jangan terlalu biarkan tubuh kita bergantung pada
bayangana yang semu, samar-samar, tak berbetuk, bisa jadi dia adalah makhluk abstral yang akan melukai diri kita
sendiri. maka berharap lah sewajarnya, karena jika terlalu jauh maka
kemungkinaan yang ada hanyalah kekaburan yang semakin tak jelas. mengingikan
hal positif adalah hal negatif, menerima hal negatif adalah hal positif. (Mark
Mahnson)
Kita
bebas untuk meminta apapun pada Tuhan, bahkan meminta hal yang tidak baik
sampai pada hal yang tidak mungkin sekalipun. Tak ada larangan karena kita
diberikan keleluasan waktu yang tak berujung, seharusnya kita bisa berdoa
setiap waktu dan memohon untuk semua hal. Jadi berbuat dan bertindak sebatasnya
saja, tanpa harus terlihat lebih dan dibesar-besarkan.
Richardo daviD
Akui Saja
Reviewed by Richardo daviD
on
18:38
Rating:
No comments: